BURUNG PENGHUNI LAHAN BASAH - TIKUSAN MERAH

http://www.aveslombok.com/2016/08/burung-penghuni-lahan-basah-tikusan.html
Tikusan Merah

Rallidae - Ruddy-breasted Crake
Porzana fusca (Linnaeus, 1766)

Ciri Umum
Burung penetap berukuran kecil, burung yang telah dewasa berukuran sekitar 21 cm, warna dominan tubuh coklat kemerahan dengan paruh pendek, kepala dan dada berwarna coklat berangan tua serta dagu putih. Pada bagian mahkota bagian belakang dan tengkuknya berwarna coklat, sedangkan pada perut dan ekor bagian bawah kehitaman dengan garis putih halus.
Sangat mirip Tikusan ceruling dan Tikusan kaki - merah, tetapi Tikusan Merah berukuran lebih kecil dari kedua burung diatas dan tidak ada warna putih pada sayap. Warna iris matanya merah, paruh coklat dan kaki merah.


Habitat dan Kebiasaan
Sering menghuni rumpun buluh, sawah, atau daerah belukar kering di pinggir danau atau rawa. Burung yang sangat pemalu dan jarang terlihat. Kadang - kadang terlihat sedang mencari makan di tepi rumpun buluh. Sebagian juga aktif pada malam hari.
Bersuara pada dini dan petang hari. Sedangkan pada masa berbiak agak pendiam, derakan halus seperti “tiiwk” atau “kiik” setiap dua atau tiga detik, diikuti dengan suara gumaman.
Sangat umum di beberapa tempat dan kadang - kadang berlimpah di Pulau Sumatra, Jawa, dan Bali, pada habitat yang sesuai sampai dengan ketinggian 1.000 m. Terdapat sedikit catatan perjumpaan di Pulau Kalimantan, kemungkinan merupakan pengunjung musim dingin yang sangat jarang.
Memakan pucuk - pucuk tanaman, buah dan serangga kecil, juga sering memakan siput yang diambil dagingnya dengan cara menusukkan paruhnya ke cangkang siput yang keras. Pada masa berbiak bersarang di permukaan tanah yang kering dan terlindung di dekat rawa atau sawah, jumlah telurnya sekitar 6 sampai dengan 9 butir.

Kode Suara
Xeno-canto XC33425

Perjumpaan
Kebanyakan burung keluarga Rallidae memiliki kebiasaan yang hampir sama yaitu burung – burungnya sangat sensitif dan pemalu, dalam setiap lokasi pengamatan biasanya terlihat hanya beberapa individu sekitar 2 sampai 5 ekor saja dan sering tampak bergabung dengan burung Tikusan Alis-putih yang lebih banyak terlihat. Juga masih satu lokasi dengan burung kareo padi, mandar padi sintar, mandar batu dan mandar padi kalung kuning.
Untuk mendokumentasikan jenis burung ini pengamat sebaiknya menggunakan kain kamuflase dan pemutar suara untuk memancing keluar dari persembunyiannya.


Contact Form

Name

Email *

Message *