RAJA SUNGAI YANG LAMA HILANG TELAH KEMBALI - RAJA-UDANG MENINTING

http://www.aveslombok.com/2016/08/raja-sungai-yang-lama-hilang-telah.html
Raja-udang Meninting


Alcedinidae - Blue-eared Kingfisher
Alcedo meninting (Horsfield, 1821)

Ciri Umum
Burung yang berukuran kecil dengan panjang sekitar 15 cm, mempunyai warna bulu punggung biru terang atau biru metalik. Perbedaannya dengan burung Raja - udang Erasia yaitu pada warna bulu punggung Raja – udang meninting yang lebih gelap. Warna tubuh bagian bawahnya  merah - jingga terang, warna bulu penutup telinganya biru mencolok. Warna iris matanya coklat, dengan paruh kehitaman dan kaki merah.


Habitat dan Kebiasaan
Sangat sering terlihat di sepanjang daerah aliran air tawar, seperti sungai dan danau, kadang - kadang juga terlihat di atas air payau. Dibandingkan dengan burung Raja - udang Erasia, burung Raja – udang meninting lebih menyukai daerah dengan pepohonan.
Memiliki kebiasaan terbang sangat cepat dari satu tenggeran ke tenggeran pohon lain, seperti burung raja – udang lainnya sering juga membuat gerakan kepala turun - naik yang aneh ketika mencari makan. Menyelam sangat cepat untuk menangkap mangsa, kemudian mangsa dibawa ke tenggeran untuk dibunuh dengan cara dibanting hingga mati baru dimakan.

Kode Suara
Xeno-canto XC33438

Perjumpaan
Untuk menemukan burung Raja – udang meninting di pulau lombok terbilang cukup sulit karena burung ini jumlahnya tidak sebanyak Raja – udang biru pengamat sangat jarang melihat adanya keberadaan burung ini di alam bersama burung raja – udang lainnya kecuali cekakak australia atau cekakak suci dan cekakak sungai yang kebetulan nampak di lokasi.
Seperti nama pada burung ini, sungai meninting adalah titik perjumpaan pengamat untuk mengambil gambar, hanya terlihat 2 ekor individu saja saat perjumpaannya, Burung ini tampak sangat terisolasi, karena yang pengamat perhatikan, burung hanya berputar – putar pada beberapa tenggeran di areal yang tidak terlalu luas, menyebabkan keberadaannya sangat sulit ditemukan disepanjang sungai meninting. Sisa beberapa kubangan air merupakan habitat pilihan terakhir bagi si raja – udang meninting. Entah beberapa tahun lagi akan bertahan hingga akhirnya punah karena rusaknya habitat.
Untuk teknik pengambilan gambar sebaiknya membawa peralatan tambahan seperti tripod, karena kondisi cahaya pada pagi hari sekitar jam 8 sangat kurang sebab tempat hinggapnya dibawah tajuk yang rapat. 


Baca juga :
Raja udang punggung merah


Contact Form

Name

Email *

Message *