TERIK AUSTRALIA, AUSTRALIAN PRATINCOLE, STILTIA ISABELLA

http://www.aveslombok.com/2016/08/terik-australia-australian-pratincole.html
Terik Australia

Glareolidae - Australian Pratincole
Stiltia isabella (Vieillot, 1816)

Ciri Umum
Terik Australia merupakan burung pendatang yang berukuran sedang dengan panjang sekitar 23 cm, Tampak seperti burung cerek, kaki dan sayapnya panjang. Warna bulu pada bagian punggung kemerahan, sayapnya panjang hingga melewati ekor. Pada dada bagian atas berwarna putih kekuningan, tampak ada bercak di bagian bawahnya, perutnya berwarna coklat berangan.
Warna bulu penutup ekor bagian atas, pada perut, dan di bagian bawah ekornya putih, di bagian sayap bawah hitam. Ekor tampak lebih pendek daripada sayap ketika tidak terbang, berwarna hitam dan ujungnya putih. Warna iris matanya coklat kemerahan, paruh berwarna merah dengan ujung sedikit hitam dan kaki kemerahan.

Habitat dan Kebiasaan
Sering mengunjungi padang rumput, lahan basah dan tambak. Mirip burung Terik Asia, tetapi burung terik australia lebih sering berlari di tanah sewaktu mencari makanan. Hidup dalam kelompok yang tidak rapat. Suka menggoyangkan bagian kepala dan tubuhnya.
Pada siang hari tampak terbang dalam kelompok – kelompok seperti burung camar sewaktu mengejar serangga.
Burung ini berbiak di benua Australia terkecuali di kawasan barat - daya dan juga pesisir tenggara, pada saat musim dingin tiba burung kemudian bermigrasi kembali ke daerah papua dan kepulauan di sunda besar untuk bertahan hidup.

Kode Suara
Tidak tersedia rekaman burung ini

Perjumpaan
Di pulau lombok burung ini sering ditemukan di pesisir rumput dan lumpur kering bendungan batujai dan juga kawasan berumput di bandara internasional lombok dalam jumlah sekitar 50 ekor pada saat musim migrasi tiba sekitar bulan agustus hingga bulan  oktober setiap tahunnya.
Saat diudara burung ini berputar – putar atau soaring mirip dengan perilaku elang saat terbang sedangkan saat di permukaan tanah burung ini lebih sering terlihat berlari – lari dalam mengejar mangsanya.
Sama dengan cara mendekati burung – burung perancah lainnya, pengamat harus mendekati burung ini dengan cara tiarap untuk mendapatkan dokumentasi foto yang lebih dekat dan tidak membuat burung takut.


Contact Form

Name

Email *

Message *