TIKUSAN ALIS PUTIH, WHITE-BROWED CRAKE, POLIOLIMNAS CINEREA

http://www.aveslombok.com/2016/09/tikusan-alis-putih-white-browed-crake.html
TIkusan Alis-putih

Rallidae - White-Browed Crake
Poliolimnas Cinerea

Sinonim: Porzana cinerea

Ciri Umum
Burung tikusan alis-putih dewasa berukuran agak kecil dengan panjang sekitar 20 cm, berparuh pendek. Tubuh berwarna coklat keabu - abuan. Tampak pola strip warna putih di bagian atas kepala (terlihat jelas seperti alis) dan tepat di bawah garis mata berwarna  hitam. Pada Mahkota, dada dan punggung, berwarna abu – abu, sayap dan ekornya berwarna cokelat keabu - abuan. Perut keputih - putihan, sedangkan bagian sisi tubuh dan ekor pada bagian bawahnya berwarna coklat kekuningan.
Warna iris matanya merah, paruh hitam dan kaki kuning agak kehijauan.

Habitat dan Kebiasaan
Salah satu ciri khas keluarga burung rallidae adalah pemalu, menghuni areal padang rumput yang tergenang air, paya - paya, dan juga sawah tersebar hingga ketinggian 1.200 m diatas permukaan laut. Hidup berpasangan, sering berjalan keluar mencari makan pada tumbuhan yang terapung atau di antara celah - celah tanaman air, tetapi cepat segera masuk semak jika merasa terganggu. Burung tikusan alis-putih ini merupakan jenis burung yang memakan biji rumput, belalang, ikan, ulat dan invertebrata. Penyebarannya mulai dari semenanjung Malaysia, Filipina, Sunda besar, hingga ditemukan juga di Pulau Irian, dan benua Australia.
Pada masa burung berbiak siang dan malam hari sering mengeluarkan suara yang tidak putus - putus. Bernada lengking yang sangat ribut, seperti suara dari bebek mainan yang ditekan terdengar seperti ”cutci cutci cutci”, terdengar dua atau terkadang lebih dari dua burung bersuara bersamaan.
Sarang sederhana di sembunyikan pada belukar atau rumput panjang di atas permukaan air. Dalam periode berbiak pada bulan maret dan desember menghasilkan telur sebanyak 2 hingga 6 butir berwarna kuning berbintik coklat kemerahan.

Kode Suara
Xeno-canto XC302519

Perjumpaan
Tikusan alis-putih merupakan burung penetap dan sangat umum dijumpai pada lahan basah atau tergenang air seperti di persawahan (foto burung diatas), sifatnya yang pemalu membuat pengamat harus lebih bersabar menunggu kemunculan burung ini. Jumlah yang terlihat pun masih sangat banyak. Tetapi sayang burung ini sering menjadi target senjata dari pemburu liar. Burung tikusan alis-putih sering ditemukan bersama dengan tikusan merah, kareo padi, mandar batu, mandar padi kalung kuning dan mandar padi sintar.


Contact Form

Name

Email *

Message *